1

Guru Dusun VS Kompetensi Global


Foto

“Katak dalam tempurung peribahasa ini tampaknya cocok untuk kami para guru dusun, kami tidak mengenal dunia luar, kami asik dengan diri kami sendiri dan kami bangga pada diri kami, setiap hari kecuali hari libur kami berangkat kesekolah dengan jarak kurang lebih 7 km dari pusat kecamatan dengan melewati jalan agak rusak dan berbatu-batu, ketika hujan deras di pagi hari menjadi senjata ampuh untuk pembenaran datang terlambat atau bahkan tidak masuk bekerja.

Di sini kami hanya tahu mengajar itu adalah kewajiban berdasarkan kode lonceng, lonceng dipukul artinya adalah tanda masuk, pergantian jam, istirahat dan pulang. ya,, itupun masih ada pak guru  nakal dengan suka melewatkan waktu kode lonceng  masuk untuk menghabiskan sebatang rokok dan segelas kopi “tanggung katanya”. Kami juga punya buku pelajaran sakti, satu guru punya satu buku pelajaran tiap kelas yang diampunya, apapun yang ada dibuku itulah yang akan diajarkan, tidak perlu informasi tambahan dari media lain atau repot-repot bikin media pembelajaran, toh buku itu sudah sakti dan soal administrasi pengajaran kata pak kepsek “yang penting ada”

Continue reading

Advertisements
2

Kepala Sekolah dan Supervisinya


Penyelenggaraan sistem pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk menciptakan suasana belajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, sikap sosial dan keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara. Sementara tujuan pendidikan nasional sendiri untuk meningkatkan mutu kehidupan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sesuai pernyataan di atas, pendidikan perlu dikelola secara efektif dan efisien. Kepala sekolah sebagai pengelola pendidikan merupakan salah satu eksekutif pelaksana pendidikan yang disyaratkan memiliki berbagai kompetensi. Ini tertuang dalam Peraturan Menteri no.13 tahun 2007 tentang standar kepala sekolah/madrasah. Terdapat lima dimensi kompetensi yang harus dimiliki yaitu; kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi dan sosial.

Continue reading

1

Apa? Bagaimana? Kenapa?


Apa yang terjadi?
Bagaimana mencari jawabannya?
Kenapa ini terjadi?

Adakah yang tau?
Diriku ini siapa?
Siapa yang berwujud ada?

Atau aku yang terlalu naif, berharap lebih
Sampai tak mampu menahan diri
Tidak, tidak mau seperti ini

Baiklah!

Untuk mencari pembenaran
Aku merenung bernalar filsafat
Berdasar logika
Bersandar pada fakta, teori dan sistematika aturan manusia

Dan aku paham, ini angka kehidupan
Satu ditambah satu sama dengan dua, maka dugaan diterima!
Sebegitulah batasan nalar manusia
Nalar untuk berpikir

1

Basic Questioning dalam Proses Pembelajaran


Bertahun-tahun menjadi guru tidak salahnya jika kita mengingat kembali pelajaran masa-masa perkuliahan di Fakultas Keguruan yang diantaranya adalah keterampilan bertanya (Basic Questioning) dikelas, sudah bisa dipastikan setiap kali proses pembelajaran dilaksanakan terdapat kegiatan bertanya, entah untuk mengukur kemampuan siswa menguasai pelajaran yang telah disampaikan, mengukur kemampuan analisis siswa, menggali pengetahuan siswa diawal pembukaan pelajaran atau sekedar menenangkan kelas agar kembali fokus terhadap pokok bahasan yang tengah disajikan, apapun kebutuhannya keterampilan bertanya adalah hal yang simpel tapi sangat vital.

Continue reading

6

Menulis dan Pak Sastro


Copy (2) of DSC_7928 @Perkenalan dengan seorang guru bernama pak Sastro didumay (baca: dunia maya) membawa beberapa derajat perubahan arah pemikiranku. Pak Sastro mengajariku menulis diblog, untuk apa menulis? Pikirku!

Diwaktu yang berbeda pak Sastro bilang “jalani tanpa berpikir saya dapat apa dengan melakukan ini”…entahlah!!! Setengah tidak setuju, setengah setuju..masa iya kita berbuat tapi tidak ada goal yang mau dicapai, kata orang nasihat orang tua lebih banyak benarnya. Ya sudah…diikuti saja, pak Sastro benar! Mungkin pak Sastro punya pemahaman lain atas pernyataannya itu, dipikir-pikir beliau mengajariku menulis diblog untuk apa, apa untungnya bagi seorang pak Sastro, inilah yang menarik mengajar didumay untukku dan gratis. Ya..aku mulai menulis.

Continue reading

5

Menjadi Guru, Haruskah Bangga…???


Guru adalah pekerjaan yangmasuk pada golongan keprofesian, artinya untuk mendapatkan label guru haruslah memiliki skill yang telah distandarkan sesuai ketentuan. Profesi guru merupakan profesi istimewa dan membanggakan, sayangnya masih banyak guru yang tidak menyadari itu bahkan sangat minder dengan profesi ini.

Lihat saja sebuah contoh dialog singkat berikut;

“Anda kerja dimana..?”

“Saya cuma seorang guru saja”

Kenapa dalam  dialog tersebut sering disebutkan kata “cuma” dan “saja”?

Apa yang salah dengan profesi ini? Kenapa begitu minder?

Continue reading