Guru Dusun VS Kompetensi Global


Foto

“Katak dalam tempurung peribahasa ini tampaknya cocok untuk kami para guru dusun, kami tidak mengenal dunia luar, kami asik dengan diri kami sendiri dan kami bangga pada diri kami, setiap hari kecuali hari libur kami berangkat kesekolah dengan jarak kurang lebih 7 km dari pusat kecamatan dengan melewati jalan agak rusak dan berbatu-batu, ketika hujan deras di pagi hari menjadi senjata ampuh untuk pembenaran datang terlambat atau bahkan tidak masuk bekerja.

Di sini kami hanya tahu mengajar itu adalah kewajiban berdasarkan kode lonceng, lonceng dipukul artinya adalah tanda masuk, pergantian jam, istirahat dan pulang. ya,, itupun masih ada pak guru  nakal dengan suka melewatkan waktu kode lonceng  masuk untuk menghabiskan sebatang rokok dan segelas kopi “tanggung katanya”. Kami juga punya buku pelajaran sakti, satu guru punya satu buku pelajaran tiap kelas yang diampunya, apapun yang ada dibuku itulah yang akan diajarkan, tidak perlu informasi tambahan dari media lain atau repot-repot bikin media pembelajaran, toh buku itu sudah sakti dan soal administrasi pengajaran kata pak kepsek “yang penting ada”

Kami hidup damai dan bersahaja disekolah ini, hari-hari kami lalui dengan canda dan saling bercengkrama sesama guru dusun.

Sesekali hembusan angin datang membawa kabar..katanya,,”sekarang sudah masuk era teknologi komunikasi dan informatika berbasis internet,,kurikulum 2013 akan diberlakukan, PK Guru dan PKB juga menyusul”

Aahh, kata seorang teman itu cuma..proyek pemerintah

“Ya”..kata teman lain rame-rame mengiyakan “tanda setuju”

Satu orang angkat bicara lagi “apa yang tidak bisa di negeri ini??? Naik pangkat! Itu perkara gampang!!! Buktinya kemarin kita berhasil melaluinya, disini prestasi tidak menentukan posisi, yang penting ada aseim (baca:uang), sambil bergaya diplomatis menyampaikan orasi singkatnya hingga mampu menghipnotis pikiran para pendengarnya.

Lalu..pembicaraan melompat pada topik lain, entah soal mancing atau soal harga karet dan bensin eceran..sambil diselingi tawa lepas.

Sungguh menyenangkan sekali bekerja di sekolah ini.

Pada suatu hari kami menemukan lobang-lobang kecil pada tempurung yang melindungi kami, kami mengintip keluar..disana suasana sangat ramai para guru membincangkan kompetensi global, mereka berlomba-lomba menjadi guru profesional dengan muatan kapasitas Internasional menjadi pemain aktif dengan melakukan berbagai terobosan-terobosan progresif.

Mereka para guru itu,,mengikuti informasi secara terus-menerus dengan konsisten mulai skala lokal sampai tingkat Internasional. Informasi kontemporer itu  mereka berikan sebagai pencerahan bagi anak didik mereka, mereka mengevaluasi keilmuan yang mereka miliki, mengupdate wawasan dan menemukan berbagai konsep dan teori baru.

Mereka juga sangat cepat melakukan adaptasi terhadap perubahan yang terjadi, tidak mengenal istilah pasif, stagnan dan status quo, seperti ungkapan “Anthony Giddesn” perubahan yang terjadi di dunia ibarat kuda yang lari tunggang langgang, sangat cepat, sulit dicegah.

Maka para guru terus dituntut melakukan inovasi, tidak ada jalan bagi guru untuk merubah sejarah masa depan kecuali terus melakukan inovasi dalam hal materi pelajaran, metodelogi pembelajaran, sumber belajar, sarana prasarana pengajaran yang terus dan terus dikembangkan secara kreatif dan dinamis.

Para guru global juga sangat paham dan tahu kemajuan memerlukan perjuangan, keberanian, dan pengorbanan maka di dasar hati mereka telah mereka tanam keyakinan, kepercayaan diri dan keteguhan hati untuk mencapai apa yang telah dicita-citakan dengan mengarahkan segenap energi untuk mengusung perubahan masa depan.

Pada ahirnya mereka para guru dengan kompetensi global itu mampu menciptakan perubahan kebudayaan melalui karya-karya yang inspiratif penuh gagasan-gagasan baru.

Melihat guru dengan kompetensi global, kami guru dusun terdiam, hanya terpaku saling memandang satu dengan yang lain,,dan larut dengan pikiran masing-masing. Ya…beginilah kami “guru dusun

Advertisements

One thought on “Guru Dusun VS Kompetensi Global

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s